Dalam peragaan di halaman hotel, para peserta mempraktikkan secara langsung teknik pemadaman api dengan APAR, termasuk prosedur pemeriksaan tekanan tabung, penentuan arah angin, dan teknik penyemprotan yang tepat sasaran. Simulasi gempa juga melibatkan skenario evakuasi warga negara asing dan tamu dengan disabilitas, sehingga protokol inklusif turut diuji dalam kegiatan tersebut.
Dedi John Hidayat berharap pelatihan berkala seperti ini dapat menjadi bagian dari sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang terintegrasi di lingkungan Swiss-Belcourt Kupang. Dengan pembekalan yang berkesinambungan, seluruh jajaran staf diharapkan mampu bertindak cepat, terarah, dan tidak panik, sehingga standar keselamatan perhotelan tetap terjaga secara konsisten, baik dalam kondisi normal maupun darurat.
“Kami tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Setiap karyawan adalah garda terdepan dalam melindungi tamu dan rekan kerja saat bencana datang,” pungkas Dedi. Red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
