“Jika data sudah dimiliki, mitigasi bisa ditingkatkan,” ujarnya.
Menurut Suharyanto, bencana tidak dapat dicegah, namun dampaknya dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan dan mitigasi yang baik, terutama untuk mengurangi kerusakan infrastruktur serta korban jiwa.
Pada kesempatan itu, Kepala BNPB juga mengimbau pemerintah daerah untuk segera menetapkan status siaga darurat bencana di wilayah yang diprediksi berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi basah.
“Jangan terlambat menetapkan status siaga darurat. Dengan status tersebut, pemerintah pusat dan daerah bisa bergerak bersama melakukan langkah penanganan yang komprehensif,” tegasnya.
Ia menambahkan, setelah status siaga darurat ditetapkan, BNPB dapat menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan daerah, seperti mobil dapur umum lapangan, perahu, genset, pompa air, dan logistik lainnya.
Suharyanto berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mampu merespons cepat saat bencana terjadi. “BPBD harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam 3×24 jam pertama sebelum bantuan pusat datang,” pungkasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
