BNPB Catat 1.756 Kejadian Bencana hingga 16 November 2024, Daerah Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan

bencana

“Jika data sudah dimiliki, mitigasi bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Menurut Suharyanto, bencana tidak dapat dicegah, namun dampaknya dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan dan mitigasi yang baik, terutama untuk mengurangi kerusakan infrastruktur serta korban jiwa.

Pada kesempatan itu, Kepala BNPB juga mengimbau pemerintah daerah untuk segera menetapkan status siaga darurat bencana di wilayah yang diprediksi berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi basah.

“Jangan terlambat menetapkan status siaga darurat. Dengan status tersebut, pemerintah pusat dan daerah bisa bergerak bersama melakukan langkah penanganan yang komprehensif,” tegasnya.

Ia menambahkan, setelah status siaga darurat ditetapkan, BNPB dapat menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan daerah, seperti mobil dapur umum lapangan, perahu, genset, pompa air, dan logistik lainnya.

Suharyanto berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mampu merespons cepat saat bencana terjadi. “BPBD harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam 3×24 jam pertama sebelum bantuan pusat datang,” pungkasnya.

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version