“Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab masyarakat. Kesadaran ini dimulai dari pemahaman bahwa kita tinggal di wilayah rawan bencana,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan memastikan masyarakat memahami langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi, sekaligus memastikan pemerintah daerah mampu memfasilitasi upaya penyelamatan secara cepat dan efektif.
Apel kesiapsiagaan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini diikuti sekitar 400 personel gabungan, terdiri dari unsur BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, Pramuka, serta masyarakat. Sejumlah sarana dan prasarana turut disiagakan, antara lain mobil komunikasi, dapur umum, truk logistik, mobil tangki air, ambulans, dan kendaraan pemadam kebakaran.
Simulasi Evakuasi Gempa dan Tsunami
Bersamaan dengan apel kesiapsiagaan, BNPB dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga melaksanakan simulasi evakuasi mandiri gempa dan tsunami, sebagai bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana.
Simulasi ini menggambarkan skenario terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,8 di zona megathrust selatan Pulau Jawa pada Kamis, 5 September 2024, pukul 10.00 WIB. Guncangan gempa dirasakan dengan intensitas VI–VIII MMI selama kurang lebih 46 detik di seluruh wilayah Kabupaten Pangandaran dan berpotensi tsunami.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
