Meski keluarga korban diakui berada dalam kondisi ekonomi terbatas dan sempat menunggak biaya sekolah, kepolisian memastikan tunggakan tersebut telah diselesaikan setelah orang tua korban menjual hasil kebun.
“Memang ada keterbatasan ekonomi, namun biaya sekolah telah dibayar lunas sebelum kejadian,” ujar Andrey.
Kepolisian juga menepis dugaan adanya perundungan di lingkungan sekolah. Hasil visum tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban, sementara keterangan para saksi menguatkan bahwa tidak ada perlakuan intimidatif terhadap korban selama di sekolah.
Kepala Sekolah SD Negeri Rj, Maria Ngene, yang turut dimintai keterangan bersama sejumlah guru, menyampaikan hal serupa. Ia menegaskan bahwa tidak ditemukan praktik perundungan di lingkungan sekolah.
“Saya pastikan tidak ada bullying. Anak-anak di sini berasal dari latar belakang yang sama, kebanyakan anak petani, dan tidak ada budaya saling menghina,” ujarnya.
Maria menggambarkan korban, yang bernama Yohanes, sebagai siswa dengan perilaku baik, ramah terhadap teman sebaya, dan tidak pernah terlibat masalah selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Dia anak yang baik dan tidak pernah membuat keributan,” katanya.
Terkait kemungkinan kekurangan perlengkapan belajar, pihak sekolah mengakui tidak memiliki pemantauan detail terhadap kebutuhan personal setiap siswa, karena hal tersebut umumnya menjadi tanggung jawab wali kelas.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















