“Kami bersyukur karena PLBN akhirnya hadir di desa kami. Infrastruktur jalan yang semakin baik sangat membantu aktivitas masyarakat. Ini bukti nyata bahwa negara hadir dan peduli terhadap kami di perbatasan,” ujarnya.
Meski demikian, sebagian warga mengaku menyimpan kekecewaan kecil karena tidak berkesempatan bertemu langsung dengan Presiden Jokowi. Namun, perasaan tersebut tidak mengurangi makna kunjungan bersejarah tersebut bagi masyarakat.
“Kami memang berharap bisa bertemu langsung dengan Bapak Presiden, tetapi kehadiran beliau untuk meresmikan PLBN Napan di akhir masa jabatannya sudah menjadi kehormatan besar bagi kami,” tambah Yanto.
PLBN Napan tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata, melainkan juga sebagai pintu masuk peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan. Keberadaannya diyakini mampu membuka peluang ekonomi baru, memperluas aktivitas perdagangan lintas negara, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di kawasan yang selama ini relatif tertinggal.
Masyarakat TTU berharap pembangunan kawasan perbatasan tidak berhenti pada peresmian PLBN, melainkan berlanjut melalui penguatan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi produktif yang dapat mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















