Menutup sambutannya, Wali Kota mengibaratkan IKN sebagai kapal. Bukan kapal yang indah karena bersandar di dermaga, tetapi kapal yang berani berlayar, menghadapi ombak, dan memberi arah. Metafora yang sederhana, namun mengandung pesan kuat: komunitas ada untuk bergerak, berkontribusi, dan memberi dampak.
Pada akhirnya, Natal dan Tahun Baru IKN mengajarkan satu hal penting: bahwa kota yang damai tidak lahir dari gedung-gedung tinggi, tetapi dari keluarga-keluarga yang rukun. Dari situlah toleransi tumbuh, dari situlah masa depan Kota Kupang yang inklusif terus dibangun—perlahan, bersama-sama.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
