ID, Kupang – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST, M.Eng., secara resmi melantik dan mengambil sumpah 43 pejabat yang akan mengisi sejumlah posisi strategis di lingkungan universitas. Prosesi pelantikan yang berlangsung di Aula Rektorat Undana, Jumat (30/1), menjadi bagian dari langkah penguatan kelembagaan dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.
Pelantikan tersebut dipandang sebagai upaya akseleratif untuk menjawab dinamika dan kompetisi pendidikan tinggi yang kian ketat. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa perubahan hanya dapat dicapai melalui kepemimpinan yang adaptif, cepat bertindak, serta berbasis pada pengambilan keputusan yang presisi.
Prof. Jefri menekankan tiga kualifikasi utama yang harus dimiliki para pejabat yang baru dilantik, yakni kemampuan eksekusi yang cepat, akurasi berbasis data, serta inisiatif tinggi dalam melahirkan terobosan inovatif. Menurutnya, birokrasi perguruan tinggi tidak lagi relevan jika hanya bekerja secara administratif dan menunggu arahan.
“Undana membutuhkan pejabat yang tangkas dan berani mengambil inisiatif. Di tengah disrupsi digital, birokrasi harus responsif, memiliki daya dobrak, dan mampu menghadirkan solusi, bukan sekadar menjalankan rutinitas,” tegasnya.
Pelantikan ini juga dikaitkan langsung dengan tanggung jawab pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah disepakati dengan kementerian. Rektor menyampaikan bahwa transformasi Undana diarahkan pada tiga fokus strategis utama.
Pertama, peningkatan dampak ekonomi lulusan melalui percepatan penyerapan alumni di dunia kerja, penguatan kewirausahaan, serta perluasan peluang studi lanjut. Peran Career Hub diperkuat sebagai simpul utama penghubung antara kampus dan dunia profesional.
Kedua, penguatan keunggulan akademik dengan mendorong dosen berkiprah di luar kampus. Untuk mendukung agenda tersebut, unit di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) direstrukturisasi menjadi tiga pusat tematik, yakni Pusat Publikasi, Pusat Riset, dan Pusat Hilirisasi. Struktur ini diperkuat dengan kehadiran tiga guru besar baru guna mendorong produktivitas riset dan pemanfaatannya bagi masyarakat.
Ketiga, pengembangan kemitraan global melalui perluasan jejaring internasional serta peningkatan jumlah program studi yang memiliki akreditasi bertaraf dunia.
Dalam konteks pengelolaan organisasi, Prof. Jefri mengingatkan pentingnya membangun ekosistem kampus yang inklusif dan berlandaskan meritokrasi. Ia mengutip kepemimpinan Lee Kuan Yew sebagai contoh bagaimana sistem berbasis kompetensi dan integritas mampu mendorong lompatan besar sebuah institusi.
Rektor juga meminta para pejabat untuk meninggalkan ego sektoral dan bekerja dalam satu kesatuan tim yang solid. Ia menekankan bahwa budaya melayani harus menjadi roh utama reformasi birokrasi di lingkungan Undana.
“Hentikan mentalitas ingin dilayani. Jadilah pelayan publik yang memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa dan seluruh pemangku kepentingan. Undana harus tampil sebagai rumah bersama yang ramah, setara, dan inklusif,” ujarnya.
Melalui pelantikan ini, Universitas Nusa Cendana menargetkan lompatan kinerja signifikan pada tahun 2026, dengan mengedepankan sinergi lintas disiplin, profesionalisme, serta pendekatan humanis dalam seluruh proses tata kelola akademik dan kelembagaan. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
