Ignasius juga menyoroti keberadaan sejumlah atlet Kota Kupang yang telah memiliki pengalaman bertanding di tingkat nasional hingga internasional. Pengalaman itu dinilainya sebagai modal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus menjadi inspirasi bagi atlet lainnya.
“Saya yakin 25 atlet kita yang berlaga pada cabang olahraga atletik, catur, dan tenis meja bisa memberikan yang terbaik untuk Kota Kupang,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menyatakan bahwa Pemerintah Kota Kupang berkomitmen memperkuat pembangunan yang inklusif. Salah satu wujudnya ialah memastikan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh kesempatan yang setara untuk mengembangkan kemampuan dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial maupun pembangunan daerah.
Dalam konteks tersebut, olahraga paralimpik dinilai memiliki arti strategis. Selain menjadi wadah kompetisi, olahraga juga dapat membangun kepercayaan diri, mendorong kemandirian, serta membuka kesempatan bagi atlet penyandang disabilitas untuk menunjukkan potensi dan meraih prestasi.
Ignasius berharap NPCI Kota Kupang tidak berhenti pada keikutsertaan dalam PERPAPROV, tetapi terus memperkuat sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan. Kolaborasi antara organisasi olahraga, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan juga diperlukan agar kualitas serta daya saing atlet semakin meningkat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













