Ia juga mengintegrasikan pesan tersebut dengan evaluasi kepemimpinannya selama satu tahun terakhir. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh satu pihak, melainkan hasil kolaborasi semua elemen.
“Keberhasilan pembangunan Kabupaten Kupang bukanlah kerja satu atau dua pihak, melainkan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Mari kita pastikan musrenbang ini menghasilkan perencanaan yang berkualitas, implementatif, dan sesuai kemampuan fiskal daerah,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Kupang Daniel Taemenas menyampaikan sejumlah catatan terkait pelaksanaan musrenbang. Ia secara spesifik menyoroti pentingnya alokasi dana pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD yang menurutnya kerap menjadi aspirasi langsung masyarakat.
“Saya berharap agar dana Pokir DPRD tolong untuk jangan dibatasi. Karena dana pokir DPRD merupakan instrumen pembangunan daerah yang memuat berbagai aspirasi masyarakat untuk direalisasikan,” kata Daniel Taemenas di hadapan peserta musrenbang.
Musrenbang RKPD tahun 2027 diharapkan mampu mengakomodir berbagai kebutuhan pelayanan dasar masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kupang menargetkan agar hasil musrenbang kali ini dapat mendukung pencapaian visi jangka panjang “Kabupaten Kupang Emas 2030.” Red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















