“BPD adalah mitra kerja pemerintah desa. Mitra berarti sahabat dan teman untuk bekerja bersama-sama membangun desa. Karena itu, bangun kemitraan yang baik dengan kepala desa dan perangkat desa,” katanya.
Pengawasan Bukan untuk Mencari Kesalahan
Yosef juga memberikan penekanan khusus terhadap fungsi pengawasan BPD. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara konstruktif dan tidak berubah menjadi ruang untuk mencari kesalahan ataupun melakukan intimidasi terhadap pemerintah desa.
Ia mendorong anggota BPD menyampaikan kritik ketika menemukan persoalan, tetapi tetap disertai komunikasi dan solusi.
“Fungsi pengawasan bukan berarti mencari kesalahan atau melakukan intimidasi. Kalau ada yang salah, tegur dan ingatkan. Sebaliknya, ketika ada program dan pekerjaan yang baik, berikan dukungan. Tugas kita sama, yaitu membangun daerah dan membangun desa,” tegasnya.
Untuk menjalankan fungsi tersebut, anggota BPD juga diminta menghindari ego kelembagaan. Komunikasi terbuka dengan pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten dinilai penting agar persoalan di tingkat desa dapat ditangani secara lebih efektif.
Bupati mengingatkan agar BPD tidak terjebak menjadi sekadar pelengkap administratif dalam sistem pemerintahan desa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
