Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Kupang Letakkan Batu Pertama Pembangunan Irigasi Kuledoki, Dukung Swasembada Pangan

Avatar photo
irigasi

ID, Oelamasi – Pemerintah Kabupaten Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung swasembada pangan melalui pembangunan infrastruktur pertanian. Bupati Kupang Yosef Lede secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan saluran irigasi sepanjang 1.449 meter di areal persawahan Kuledoki, Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Jumat (26/9/2025).

Pembangunan irigasi tersebut merupakan bagian dari Program Optimasi Lahan yang dikelola Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang. Proyek ini ditargetkan mampu mengairi sekitar 118 hektare lahan persawahan dan mendukung percepatan swasembada pangan menuju visi Kabupaten Kupang Emas.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi prioritas utama pemerintah daerah, mengingat sekitar 80 persen masyarakat Kabupaten Kupang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.

“Persawahan Kuledoki sangat luas, namun selama ini hanya mengandalkan curah hujan. Dengan adanya saluran irigasi, air dari Bendungan Raknamo diharapkan dapat mengalir ke sawah sehingga petani bisa menanam lebih dari satu kali dalam setahun,” ujar Yosef.

Ia juga mendorong diversifikasi tanaman pangan, tidak hanya padi, tetapi juga jagung, sorgum, dan kacang-kacangan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.

Yosef Lede menegaskan bahwa Kabupaten Kupang memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan Provinsi NTT, terutama dalam menopang kebutuhan pangan Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas pertanian melalui penguatan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi menjadi fokus pemerintah daerah.

“Kita tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas hasil pertanian. Infrastruktur yang memadai dan teknologi pertanian modern sangat dibutuhkan agar petani dapat meningkatkan produksi,” katanya.

Sebagai upaya pendukung, Pemerintah Kabupaten Kupang juga menjalin kerja sama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk pengembangan teknologi pertanian tepat guna dan pendampingan kepada petani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang, Amin Juriah, menjelaskan bahwa pembangunan irigasi Kuledoki merupakan bagian dari program nasional optimasi lahan. Pada tahun 2025, Kabupaten Kupang memperoleh alokasi optimasi lahan seluas 1.000 hektare dengan anggaran sekitar Rp4,6 miliar.

“Program ini menjangkau tujuh kecamatan dan melibatkan 59 kelompok tani sebagai penerima manfaat, termasuk kelompok tani di Kuledoki,” jelas Amin.

Ia berharap, keberadaan irigasi sepanjang hampir 1,5 kilometer tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, terutama dalam meningkatkan intensitas tanam dan menjaga ketersediaan air secara berkelanjutan.

Acara peletakan batu pertama turut dihadiri Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi NTT Nikson Balukh, perwakilan distributor pupuk, pimpinan OPD lingkup Pemkab dan Pemprov NTT, serta para petani setempat.

Pemerintah Kabupaten Kupang menegaskan akan terus mengawal pembangunan infrastruktur pertanian agar benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan