Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingat identitas, asal-usul, dan nilai-nilai budaya yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang, Rotary Club Australia, NTA Australia, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
“Kehadiran Bapak dan Ibu semua bukan hanya membawa dukungan, tetapi juga membawa persahabatan antara masyarakat Australia dan masyarakat Pulau Semau,” katanya.
Kepada para pelajar yang mengikuti festival, Debora mengingatkan pentingnya membangun kebanggaan terhadap budaya dan tanah kelahiran tanpa membatasi cita-cita mereka.
Para pelajar didorong untuk tetap mencintai daerah asal, tetapi pada saat yang sama berani bermimpi besar dan membuka diri terhadap dunia.
“Budaya adalah jati diri kita, persahabatan adalah kekuatan kita, dan kebersamaan adalah jalan menuju masa depan,” pungkasnya.
Festival tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kupang Marthen Timate, Penilik PAUD dan PNF Abdon S. Pada, Camat Semau Selatan David Jermias Sue, para kepala desa, kepala sekolah, serta para guru.
Jika ingin dibuat lebih tajam ala media online/in-depth, angle-nya bisa digeser dari sekadar seremoni festival menjadi “Semau di tengah geliat pariwisata: budaya lokal jangan sampai hanya menjadi tontonan, tetapi harus menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.” red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
