Hadiri Halal Bihalal, Wali Kota Kupang Perkuat Relasi Sosial Keagamaan

halal
Sumber : PKP Kota Kupang

Menurutnya, sikap mengakui kekeliruan merupakan indikator kematangan karakter dan integritas moral, bukan bentuk kelemahan. Dalam konteks tersebut, ia mengutip adagium Latin “Fortis Fortuna Adiuvat” yang mengandung makna bahwa keberuntungan berpihak pada mereka yang memiliki keberanian. Ia menjelaskan bahwa keberanian yang dimaksud mencakup dimensi introspeksi diri dan kesiapan untuk memperbaiki relasi antarmanusia.

Lebih lanjut, Wali Kota menggambarkan Kota Kupang sebagai representasi miniatur Indonesia yang memiliki keragaman etnis, agama, dan budaya. Ia menilai pluralitas tersebut sebagai modal sosial yang strategis dalam membangun harmoni, sehingga harus dikelola secara konstruktif agar menjadi kekuatan integratif, bukan sumber disintegrasi.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk secara konsisten memelihara toleransi dan saling menghormati perbedaan. Dalam pandangannya, kualitas pembangunan suatu daerah tidak hanya diukur dari aspek fisik-infrastruktur, tetapi juga dari tingkat kohesi sosial serta kualitas interaksi antarwarganya.

Menutup sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan MUI Kota Kupang atas inisiatif pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap nilai-nilai rekonsiliasi, kebersamaan, dan solidaritas sosial dapat terus diinternalisasi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, guna mewujudkan Kota Kupang yang damai dan harmonis.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version