Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Hadiri Halal Bihalal, Wali Kota Kupang Perkuat Relasi Sosial Keagamaan

Avatar photo
halal
Sumber : PKP Kota Kupang

ID, Kota Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang di Aula Zam-Zam Asrama Haji, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi lintas elemen masyarakat sekaligus forum reflektif dalam memperkuat relasi sosial dan keagamaan di Kota Kupang.

Turut hadir dalam agenda tersebut sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, antara lain Ketua MUI Kota Kupang H. Muhammad MS., Sekretaris Umum MUI Provinsi NTT Husen Anwar, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Kupang H. Alimudin, perwakilan Kapolresta Kupang Kota AKP Daeng Jumadi, Ketua PHBI Kota Kupang Bustaman, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi NTT Ir. Theodorus Widodo, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang Antonius Nggaa Rua. Kegiatan juga diisi dengan tausiah oleh Ustaz Muhamad Qodrih dan dihadiri undangan dari berbagai kalangan.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam perspektif substantif, Wali Kota menekankan bahwa Halal Bihalal tidak dapat dipahami semata sebagai tradisi seremonial pasca-Idulfitri, melainkan sebagai mekanisme sosial-spiritual untuk melakukan rekonsiliasi diri dan memperkuat kohesi sosial. Ia menegaskan bahwa esensi kegiatan tersebut terletak pada keberanian individu dalam mengakui kesalahan serta ketulusan dalam memberikan maaf.

Menurutnya, sikap mengakui kekeliruan merupakan indikator kematangan karakter dan integritas moral, bukan bentuk kelemahan. Dalam konteks tersebut, ia mengutip adagium Latin “Fortis Fortuna Adiuvat” yang mengandung makna bahwa keberuntungan berpihak pada mereka yang memiliki keberanian. Ia menjelaskan bahwa keberanian yang dimaksud mencakup dimensi introspeksi diri dan kesiapan untuk memperbaiki relasi antarmanusia.

Lebih lanjut, Wali Kota menggambarkan Kota Kupang sebagai representasi miniatur Indonesia yang memiliki keragaman etnis, agama, dan budaya. Ia menilai pluralitas tersebut sebagai modal sosial yang strategis dalam membangun harmoni, sehingga harus dikelola secara konstruktif agar menjadi kekuatan integratif, bukan sumber disintegrasi.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk secara konsisten memelihara toleransi dan saling menghormati perbedaan. Dalam pandangannya, kualitas pembangunan suatu daerah tidak hanya diukur dari aspek fisik-infrastruktur, tetapi juga dari tingkat kohesi sosial serta kualitas interaksi antarwarganya.

Menutup sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan MUI Kota Kupang atas inisiatif pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap nilai-nilai rekonsiliasi, kebersamaan, dan solidaritas sosial dapat terus diinternalisasi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, guna mewujudkan Kota Kupang yang damai dan harmonis.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Kupang, Muhammad MS., menilai pesan yang disampaikan Wali Kota memiliki relevansi kuat dalam konteks penguatan persatuan. Ia menekankan bahwa keberanian untuk saling memaafkan merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial. Ia juga menggarisbawahi pentingnya semangat kolektivitas, dengan mengutip prinsip bahwa perjalanan panjang dalam membangun masyarakat yang kuat hanya dapat dicapai melalui kebersamaan.

Pandangan serupa disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Antonius Nggaa Rua, yang melihat Halal Bihalal sebagai ruang spiritual yang memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk membuka diri, memperbaiki hubungan, serta mempererat ikatan kemanusiaan. Ia turut mengapresiasi peran aktif Pemerintah Kota Kupang dalam membangun kehidupan keagamaan yang inklusif dan harmonis melalui berbagai program, termasuk safari Ramadan dan kegiatan lintas umat beragama.

Sebagai bagian dari implementasi nilai kepedulian sosial, kegiatan Halal Bihalal tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada sejumlah masjid dan yayasan. Inisiatif ini dipandang sebagai manifestasi konkret dari komitmen bersama dalam mendukung aktivitas keagamaan sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat Kota Kupang.

red/pkp

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan