Ia menegaskan, posisi IMM bukan sekadar memberikan apresiasi terhadap pemerintah. Organisasi mahasiswa tersebut juga ingin melihat secara lebih jauh bagaimana arah pembangunan Kota Kupang ke depan, termasuk persoalan yang belum terselesaikan dan ruang intervensi yang dapat dilakukan secara bersama.
“Kami tidak ingin diskusi ini berhenti pada apresiasi. Kami juga ingin mengetahui arah pembangunan Kota Kupang ke depan, apa saja yang masih menjadi tantangan, dan langkah konkret apa yang dapat dilakukan secara bersama-sama,” katanya.
Pemerintah dan Masyarakat Sipil Perlu Berjalan Bersama
Bagi IMM NTT, pembangunan perkotaan tidak dapat sepenuhnya bertumpu pada kapasitas pemerintah. Kompleksitas persoalan kota membutuhkan partisipasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, mahasiswa, pemuda, dunia usaha, serta kelompok masyarakat lainnya.
Atas dasar itu, IMM NTT menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian dalam ekosistem kolaborasi pembangunan di Kota Kupang.
Cakti berharap hubungan antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil tidak berhenti pada forum-forum seremonial. Dialog, menurut dia, harus dapat dikembangkan menjadi proses pertukaran gagasan yang menghasilkan rekomendasi maupun kebijakan yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
