Ia mengakui dirinya berasal dari lingkungan pelayanan di wilayah perkampungan dan kini menerima tanggung jawab untuk melayani jemaat di kawasan pinggiran kota. Namun, baginya, perubahan lingkungan pelayanan tersebut merupakan bagian dari panggilan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Saya percaya Jemaat Sion Manuat adalah orang-orang yang kuat. Karena itu, mari kita berjalan bersama, saling menuntun dan saling mendukung dalam pelayanan. Mari kita maju terus dan melakukan semuanya untuk Tuhan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pdt. Adipapa Yanto Haning bersama keluarga, Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah, para pelayan, serta seluruh jemaat yang selama ini mendukung keberlanjutan pelayanan di GMIT Sion Manuat.
Dihadiri Unsur Pemerintah dan Tokoh Gereja
Ibadah tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Sinode GMIT Saneb Blegur, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Marthen Timate, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang Oktaviana Manulangga, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kupang Tonci Teuf, Kepala Bagian Protokol Benidiktus Selan, Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah Alfred Waangsir, Camat Taebenu Rollanda Pellondou, para kepala desa, para pelayan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
