ID, Kupang – Jalan berbatu dan tanjakan curam menjadi pemandangan yang mengiringi langkah rombongan Pemerintah Kabupaten Kupang saat menuju Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu, Rabu (18/2). Akses yang sulit itu menjadi latar nyata kunjungan Wakil Bupati Kupang bersama jajaran Dinas Kesehatan dalam agenda Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di wilayah dengan prevalensi stunting yang masih tinggi.
Perjalanan yang memakan waktu lebih lama dari biasanya memperlihatkan tantangan geografis yang dihadapi masyarakat setempat. Kondisi infrastruktur yang terbatas kerap memperlambat mobilitas layanan dasar, termasuk kesehatan ibu dan anak.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut kepala desa, tokoh adat, serta warga yang telah berkumpul di posyandu. Antusiasme warga mencerminkan besarnya harapan terhadap intervensi pemerintah dalam upaya menekan angka stunting.
Kegiatan difokuskan pada pemantauan layanan kesehatan ibu dan anak, penimbangan dan pengukuran balita, serta evaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan. Posyandu menjadi pusat aktivitas, dengan tenaga kesehatan dan kader bekerja bersama memastikan pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan secara terukur.
Secara substantif, kunjungan lapangan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah daerah menilai percepatan penurunan stunting membutuhkan pendekatan langsung, terutama di wilayah lokus yang menghadapi keterbatasan akses dan infrastruktur.
Medan berat yang dilalui menuju Kiuoni menjadi gambaran bahwa persoalan stunting tidak berdiri sendiri. Ia berkelindan dengan faktor sosial, ekonomi, dan geografis yang memengaruhi kualitas layanan kesehatan. Karena itu, intervensi yang konsisten dan berkelanjutan dipandang sebagai kunci.
Bagi Pemerintah Kabupaten Kupang, upaya penanganan stunting merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Dari desa terpencil seperti Kiuoni, langkah-langkah kecil yang dijalankan hari ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang lebih sehat dan produktif di masa depan.
(red)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















