Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pawai Ogoh-ogoh Sambut Nyepi di Kota Kupang

Avatar photo
nyepi

Ia menambahkan bahwa esensi kemenangan sejati terletak pada kesadaran diri dan kemampuan untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan, bukan pada ketiadaan kesalahan semata.

Selain itu, Wali Kota juga menyoroti makna filosofis dari keheningan dalam perayaan Nyepi. Ia menjelaskan bahwa keheningan merupakan ruang kontemplatif yang memungkinkan individu melakukan refleksi mendalam terhadap kehidupan.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Dalam dinamika kehidupan yang serba cepat, manusia membutuhkan jeda untuk melakukan refleksi. Keheningan menjadi sarana untuk memulihkan keseimbangan batin, sebagaimana perangkat yang perlu diistirahatkan agar kembali optimal,” ungkapnya dengan analogi sederhana.

Sementara itu, Wakil Ketua II PHDI Kota Kupang, I Gusti Ngurah Suarnawa, menjelaskan bahwa rangkaian perayaan Nyepi diawali dengan upacara Tawur Kesanga yang memiliki tujuan filosofis untuk menyucikan alam semesta dan manusia, serta menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Ia juga menegaskan bahwa pawai ogoh-ogoh merupakan simbol purifikasi diri dari berbagai sifat negatif sebelum umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian selama 24 jam.

Ketua Panitia, I Wayan Gede Astawa, dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Nyepi tahun ini dilaksanakan secara komprehensif, meliputi kegiatan sosial seperti donor darah, aksi berbagi takjil dan buka puasa bersama, pelaksanaan upacara Melasti, hingga puncak kegiatan berupa Tawur Kesanga dan pawai ogoh-ogoh yang menampilkan empat karya ogoh-ogoh.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan