“Kami berharap bahwa para lurah harus menjadi penggerak utama karena perubahan yang paling nyata tidak selalu dimulai dari kantor pemerintahan, tidak selalu mulai dari kantor lurah atau kantor wali kota, tapi sering kali perubahan justru dimulai dari lingkungan tempat kita tinggal,” ujarnya.
Untuk memastikan rencana aksi tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tim yang dipimpin akademisi Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Faperta Undana), Dr. Ir. Ludji Mikhael Riwu Kaho, M.Si., akan melanjutkan diskusi di masing-masing kelurahan.
Diskusi tersebut diarahkan untuk menggali kondisi, kebutuhan, serta potensi masyarakat. Hasilnya akan menjadi dasar dalam menyusun rencana aksi Proklim yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan setiap kelurahan.
Bukan Sekadar Mengejar Status Kampung Iklim
Pemerintah Kota Kupang juga menekankan agar pelaksanaan Proklim tidak terjebak pada orientasi administratif semata.
Ignasius menyebut tujuan yang lebih penting adalah menghadirkan perubahan nyata terhadap kualitas lingkungan dan keamanan masyarakat.
“Ada semboyan dari Pak Wali dan Ibu Wakil bahwa kalau kita mau jalan cepat kita jalan sendiri, tapi kalau mau jalan jauh kita jalan sama-sama,” tambahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
