Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pertamina Patra Niaga–BPBD Kota Kupang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Sekolah

Avatar photo
bencana

ID, Kupang – Upaya penguatan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini terus diperluas. Memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Integrated Terminal (IT) Tenau berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang menggelar program Sekolah Tanggap Bencana di SMA Negeri 12 Kupang, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Jumat (30/1/2026).

Program ini menjadi bagian dari komitmen korporasi dalam mendukung peningkatan literasi kebencanaan dan kesadaran keselamatan di kalangan pelajar. Inisiatif tersebut sejalan dengan semangat Bulan K3 Nasional yang menekankan pentingnya pencegahan risiko, mitigasi dini, serta kesiapan menghadapi kondisi darurat, tidak hanya di sektor industri tetapi juga di lingkungan pendidikan.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Berdasarkan berbagai indikator ketenagakerjaan dan kebencanaan nasional, angka kecelakaan serta situasi darurat masih memerlukan perhatian serius. Kondisi ini menegaskan urgensi penanaman nilai keselamatan sejak dini sebagai fondasi pembentukan budaya sadar risiko yang berkelanjutan.

Pelaksanaan Sekolah Tanggap Bencana di SMAN 12 Kupang melibatkan BPBD Kota Kupang dan Pertamina Patra Niaga IT Tenau sebagai fasilitator, dengan partisipasi aktif guru dan siswa. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari peserta.

Pjs. Integrated Terminal Manager Tenau, Tekat Prayogo, menegaskan bahwa Bulan K3 merupakan momentum strategis untuk menanamkan kesadaran keselamatan kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Keselamatan bukan semata tanggung jawab dunia industri. Melalui program Sekolah Tanggap Bencana ini, kami ingin membangun kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala SMAN 12 Kupang, Arifin Dasi, S.Pd., Gr. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan nilai tambah bagi dunia pendidikan.
“Program ini sangat bermanfaat bagi guru dan peserta didik, karena membentuk sikap yang lebih sigap, peduli, dan bertanggung jawab terhadap keselamatan diri maupun orang lain saat menghadapi potensi bencana,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa SMAN 12 Kupang merupakan sekolah kedua di wilayah Kota Kupang yang ditetapkan sebagai Sekolah Tanggap Bencana.
“Saat ini baru ada dua sekolah tanggap bencana di Kota Kupang. Kami berharap program ini mendorong sekolah menjadi lebih mandiri dan siap menghadapi situasi darurat akibat bencana alam,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan Sekolah Tanggap Bencana meliputi sosialisasi kesiapsiagaan kebencanaan, simulasi penanganan darurat gempa bumi, pelatihan dasar pertolongan pertama, serta penyerahan sarana pendukung keselamatan berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kotak P3K, dan pemasangan rambu titik kumpul serta jalur evakuasi.

Terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menekankan bahwa edukasi keselamatan harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Pendidikan kebencanaan sejak dini merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap risiko. Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan mampu melindungi diri sekaligus berkontribusi menciptakan lingkungan yang aman dan resilien,” ujarnya.

Program Sekolah Tanggap Bencana ini diharapkan menjadi pemicu bagi sektor industri dan instansi lainnya di Kota Kupang dan sekitarnya untuk berperan aktif mendukung dunia pendidikan, khususnya dalam membangun budaya keselamatan dan kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan.

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan