Wali Kota mengingatkan pentingnya pemanfaatan SKP sebagai alat ukur kinerja yang nyata, bukan sekadar formalitas administrasi. “SKP itu alat ukur kinerja yang sudah disiapkan negara. Gunakan dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar administrasi,” ujarnya.

Disiplin ASN juga menjadi sorotan. Ia menegaskan larangan bermain media sosial saat jam kerja karena dapat menurunkan kualitas pelayanan dan citra birokrasi. Pengawasan akan diperkuat, termasuk pemantauan aktivitas digital, dan pelanggaran disiplin akan ditindak tegas sesuai aturan.
Selain itu, Wali Kota menyampaikan komitmen pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan ASN, termasuk pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tepat waktu, meski tetap menekankan keseimbangan antara hak dan tanggung jawab. “Saya minta kinerja kita ditingkatkan. Harus seimbang antara hak yang diterima dan tanggung jawab yang dijalankan,” tegasnya.
Mengakhiri arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya kesatuan visi, loyalitas terhadap tujuan bersama, serta semangat kebersamaan. “Yang akan diuji oleh waktu bukan seberapa lama kita menjabat, tetapi seberapa bermakna kehadiran kita saat diberi amanah,” pungkasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















