Lebih lanjut, Jhoni menjelaskan bahwa periode satu tahun pertama difokuskan pada peletakan fondasi pembangunan, termasuk di sektor kesehatan, pendidikan, dan reformasi birokrasi. Meskipun hasil kebijakan belum terdistribusi secara merata, ia memastikan bahwa arah strategis pembangunan telah jelas. “Pembangunan tidak dapat dicapai secara instan. Yang terpenting adalah adanya kejelasan orientasi, keteguhan komitmen, dan keberlanjutan dalam proses perbaikan,” tegasnya.
Respons Apresiatif dan Kritis dari DPRD
Emy Nomleni, Ketua DPRD Provinsi NTT yang bertindak sebagai penanggap utama, memberikan sejumlah catatan akademik terhadap buku tersebut. Menurut Emy, buku Asa dan Rasa secara kasat mata dinilai cukup jujur dalam memotret capaian pemerintah, meskipun belum merepresentasikan seluruh realitas di lapangan. Ia juga mengapresiasi elemen estetika sampul buku yang dianggap mampu merefleksikan karakteristik visual NTT melalui penggunaan warna dan kecerahan khas daerah.
Dalam perspektif kebijakan, Emy menyoroti perlunya program NTT Mart tidak sekadar berorientasi pada pengumpulan (kolektasi), melainkan mampu mengawal rantai pasok dari hulu hingga hilir. Ia juga berharap agar buku ini memberikan gambaran yang lebih eksplisit dan terukur, sehingga sinkronisasi antara data statistik dan temuan lapangan dapat tercapai. Selain itu, Emy mendorong peningkatan partisipasi perempuan di semua lini kepemimpinan, baik di level atas maupun bawah, serta penguatan kemandirian fiskal daerah ke depan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















