SD Inpres Oeba 1 Hadapi Keterbatasan Laptop dan Kerusakan Gedung, Perkuat Literasi Siswa

sd inpres oeba 1

ID, Kupang – UPTD SD Inpres Oeba 1 Kupang masih menghadapi sejumlah keterbatasan sarana pendidikan, mulai dari ketersediaan laptop untuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) hingga kondisi bangunan sekolah yang membutuhkan perbaikan. Di tengah keterbatasan tersebut, sekolah berupaya meningkatkan mutu pembelajaran melalui penguatan literasi dan numerasi sejak kelas I.

Kepala Sekolah UPTD SD Inpres Oeba 1 Kupang, Veronika Mai, S.Pd., mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara pada 15 Juni 2026.

Menurut Veronika, ketersediaan perangkat laptop menjadi salah satu kendala yang perlu mendapat perhatian. Untuk mendukung pelaksanaan TKA, pihak sekolah masih harus meminjam laptop milik sejumlah guru agar kegiatan evaluasi akademik dapat berjalan lancar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dukungan sarana pembelajaran masih menjadi kebutuhan penting dalam menunjang penyelenggaraan pendidikan, terutama ketika sekolah harus melaksanakan evaluasi yang memerlukan perangkat teknologi.

Selain keterbatasan perangkat, kondisi fisik bangunan sekolah juga menjadi perhatian. Veronika menjelaskan, sejumlah bagian gedung yang telah berusia lama mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perbaikan.

Menurut dia, penanganan kerusakan bangunan diperlukan untuk menjaga kelayakan fasilitas pendidikan. Sekolah juga masih membutuhkan tambahan meja dan kursi bagi siswa guna menunjang kegiatan belajar mengajar.

Meski demikian, Veronika menyampaikan bahwa ruang kelas masih dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Namun, kebutuhan perbaikan gedung dan penambahan fasilitas tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan agar proses belajar berlangsung lebih optimal.

Pengadaan Kipas Angin Menggunakan Dana BOSP

Untuk menunjang kenyamanan siswa, UPTD SD Inpres Oeba 1 selama ini memanfaatkan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) untuk pengadaan kipas angin.

Veronika mengatakan, pengadaan tersebut dilakukan karena beberapa ruang kelas terasa panas, terutama saat musim kemarau. Ia memastikan bahwa kipas angin telah tersedia di setiap ruang kelas.

Pengadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu upaya sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, meskipun kebutuhan perbaikan gedung dan penambahan meja serta kursi masih perlu mendapat perhatian.

Perkuat Literasi dan Numerasi Sejak Kelas I

Di bidang akademik, UPTD SD Inpres Oeba 1 menggunakan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam.

Veronika mengatakan, sekolah akan memperkuat pendampingan terhadap siswa pada tahun pelajaran 2026/2027, terutama untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik.

Penguatan pembelajaran tersebut tidak hanya ditujukan kepada siswa kelas VI. Sekolah juga berencana meningkatkan pembinaan literasi dan numerasi sejak kelas I sebagai fondasi kemampuan akademik siswa.

Kepala Sekolah UPTD SD Inpres Oeba 1 Kupang Veronika Mai

Menurut Veronika, penguatan kedua aspek tersebut sejak dini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di Kota Kupang.

Upaya itu dinilai penting karena kemampuan membaca, memahami informasi, dan berhitung merupakan fondasi yang dibutuhkan siswa untuk mengikuti pembelajaran pada jenjang berikutnya.

Laporkan Kelulusan 100 Persen

Dari sisi capaian pendidikan, Veronika menyampaikan bahwa seluruh 36 siswa kelas VI yang mengikuti kelulusan pada tahun sebelumnya dinyatakan lulus. Dengan demikian, tingkat kelulusan yang dilaporkan sekolah mencapai 100 persen.

Sementara itu, jumlah siswa kelas I hingga kelas V yang naik kelas tercatat sebanyak 170 orang. Veronika menyebutkan jumlah keseluruhan siswa, termasuk kelas VI, mencapai 200-an orang.

Dalam menunjang kegiatan pendidikan tersebut, UPTD SD Inpres Oeba 1 memiliki 19 guru dan tiga tenaga kependidikan, sehingga total personel yang bertugas di sekolah berjumlah 22 orang.

Capaian kelulusan tersebut menjadi salah satu gambaran hasil pendidikan di sekolah. Namun, peningkatan mutu pendidikan tetap membutuhkan dukungan yang seimbang antara proses pembelajaran, kompetensi tenaga pendidik, serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Keterbatasan laptop dan kerusakan sejumlah bagian bangunan menjadi persoalan yang disampaikan pihak sekolah. Karena itu, perhatian terhadap kebutuhan fasilitas pendidikan diperlukan agar upaya penguatan literasi, numerasi, dan persiapan TKA dapat berjalan lebih optimal. red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version