Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sekda Kota Kupang : Belajaraya Membangun Ekosistem Pendidikan

Avatar photo
sekda belajaraya

ID, Kota Kupang – Kegiatan Belajaraya Kota Kupang Tahun 2026 resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Sabtu (28/3). Agenda ini dihadiri oleh Sekretaris Jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG), Adelia Anri Fanbela, para narasumber diskusi publik, moderator, penggerak pendidikan, komunitas dan organisasi pendidikan (KOP), serta peserta dari berbagai latar belakang pendidikan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah menegaskan bahwa penyelenggaraan Belajaraya tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan merupakan bagian dari upaya sistematis dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan berkelanjutan. Ia menilai kegiatan ini sebagai manifestasi komitmen kolektif berbagai pemangku kepentingan dalam merancang masa depan pendidikan yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang telah berkontribusi, khususnya tenaga pendidik, peserta didik, serta jejaring komunitas pendidikan yang selama ini berperan aktif dalam mendorong kemajuan sektor pendidikan di Kota Kupang. Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.

Lebih lanjut, Sekda menekankan bahwa proses pendidikan tidak terbatas pada ruang kelas formal. Ia menggarisbawahi bahwa pembentukan karakter justru banyak dipengaruhi oleh interaksi sosial di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian, keterlibatan keluarga, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor determinan dalam membentuk kepribadian peserta didik.

“Pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Yang lebih esensial adalah bagaimana membentuk karakter anak melalui interaksi sosial yang sehat di lingkungan mereka,” ujarnya.

Ia turut mengungkapkan bahwa pengalaman pembelajaran nonformal, seperti keterlibatan dalam organisasi dan aktivitas sosial, memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter individu. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa pendidikan bersifat holistik dan tidak terbatas pada sistem formal semata.

Dalam konteks yang lebih luas, Sekda juga menyoroti dinamika tantangan pendidikan di era modern yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi. Ia mengingatkan bahwa kemudahan akses informasi harus diimbangi dengan kemampuan literasi kritis serta penguatan nilai-nilai moral agar generasi muda tidak terjebak dalam pengaruh negatif.

“Kemajuan teknologi membawa peluang sekaligus risiko. Tanpa fondasi karakter yang kuat, generasi muda akan rentan terhadap dampak negatif dari keterbukaan informasi,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari institusi pendidikan, keluarga, hingga komunitas sosial—untuk mengambil peran aktif dalam membimbing dan mengarahkan generasi muda agar mampu menghadapi kompleksitas tantangan sosial secara bijak.

Menurutnya, indikator keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian intelektual, tetapi juga dari kemampuan individu dalam membangun kemandirian, integritas, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. “Output pendidikan yang ideal adalah individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Sekda berharap Belajaraya Kota Kupang 2026 dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi serta merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Ia optimistis bahwa melalui kerja sama yang berkelanjutan, upaya menciptakan generasi yang berkarakter dan adaptif dapat terwujud secara optimal.

Sementara itu, Sekretaris Umum Jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG), Adelia Anri Fanbela, menjelaskan bahwa SMSG merupakan jaringan kolaboratif yang berfungsi sebagai platform penghubung antar komunitas pendidikan untuk berbagi praktik baik serta mendorong inovasi dalam pembelajaran.

Ia menyampaikan bahwa sejak diinisiasi pada tahun 2016 oleh Najwa Shihab, SMSG telah mengembangkan berbagai program strategis, termasuk Belajaraya atau Pesta Pendidikan, yang menghadirkan ratusan kelas belajar, forum diskusi publik, hingga Konferensi Pendidikan Indonesia. Program-program tersebut dirancang untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan partisipatif di berbagai daerah.

Adelia menambahkan bahwa Belajaraya Kupang merupakan bagian dari rangkaian Belajaraya Daerah yang dilaksanakan di sejumlah kota di Indonesia, sebelum mencapai puncaknya pada 2 Mei 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Kota Kupang untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, mengingat transformasi pendidikan hanya dapat dicapai melalui kerja bersama yang berkesinambungan.

red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan