Sementara itu, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting NTT masih berada di angka 37 persen—hampir dua kali lipat dari data e-PPGBM. Pemerintah mengakui bahwa perbedaan metodologi dan cakupan kedua survei tersebut menjadi tantangan dalam perumusan kebijakan, namun menegaskan bahwa kondisi ini menandakan intervensi penanganan stunting perlu diperkuat secara konsisten, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Tahun Fondasi dan Kerja Kolektif
Pemerintah Provinsi NTT memandang tahun pertama kepemimpinan ini sebagai tahun fondasi untuk menata arah pembangunan, memperbaiki sistem, serta memperkuat tata kelola pemerintahan. Melalui implementasi “Dasa Cita” dan “Tujuh Pilar Pembangunan”, arah kebijakan daerah difokuskan pada stabilitas ekonomi, penguatan pelayanan dasar, serta pengentasan kemiskinan secara lebih presisi dan berbasis data keluarga sasaran.
Gubernur Laka Lena, dalam berbagai kesempatan, menekankan bahwa pembangunan NTT bukan kerja satu atau dua pihak, melainkan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Para pemimpin daerah berkomitmen menjadikan seluruh capaian dan tantangan yang dipaparkan dalam rapat paripurna tersebut sebagai fondasi awal, bukan tujuan akhir, dalam perjalanan membangun provinsi berbasis kepulauan ini. Red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















