Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota Kupang : Takbiran Refleksi Spiritual

Avatar photo
takbiran

Menurutnya, takbiran merupakan bentuk ekspresi keimanan yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga mengandung pesan moral untuk memperkuat nilai kemanusiaan seperti kasih, toleransi, dan penghormatan antarsesama. “Takbiran adalah refleksi batin yang menghadirkan nilai spiritual ke dalam ruang publik,” ujarnya.

Wali Kota juga menyoroti keterlibatan berbagai elemen lintas agama dalam kegiatan tersebut sebagai indikator nyata dari praktik toleransi yang inklusif. Ia menilai partisipasi komunitas gereja, termasuk penampilan paduan suara yang membawakan lagu bernuansa Islami, sebagai simbol integrasi sosial yang harmonis di Kota Kupang.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Lebih lanjut, ia mengemukakan bahwa keberagaman yang dimiliki Kota Kupang merupakan aset sosial yang harus dikelola secara konstruktif. Ia mengaitkan hal tersebut dengan capaian kota yang masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran serta predikat sebagai Kota Damai dan Inklusif di tingkat nasional.

Dalam penjelasannya, Wali Kota menggambarkan harmoni sebagai keseimbangan yang lahir dari keberagaman, bukan keseragaman. Ia mengilustrasikan konsep tersebut melalui analogi seni, di mana perbedaan justru menjadi elemen pembentuk keindahan apabila disusun secara proporsional.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan