ID, New Delhi – Tanggal 3 Februari 1986 menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam perjalanan apostolik Paus Yohanes Paulus II ke India. Pada hari itu, Pemimpin Gereja Katolik sedunia menyambangi sebuah rumah perawatan sederhana di Kalkuta yang dikelola oleh Bunda Teresa, sosok ikonik dalam pelayanan kemanusiaan global.
Kunjungan tersebut berlangsung di Nirmal Hriday, rumah bagi orang sakit dan sekarat yang didirikan Bunda Teresa pada 1950. Tempat itu berdiri di kawasan padat dan miskin, berdekatan dengan kompleks Kuil Kali, dan selama puluhan tahun menjadi pelabuhan terakhir bagi mereka yang terlupakan oleh sistem sosial.
Saat tiba di gedung dua lantai tersebut, Paus Yohanes Paulus II disambut langsung oleh Bunda Teresa. Dalam suasana hening dan penuh hormat, Bunda Teresa menaiki kendaraan Paus, membungkuk, dan mencium tangannya. Paus Yohanes Paulus II membalas dengan mencium kepalanya—sebuah gestur sederhana yang sarat makna spiritual.
Menyentuh Luka, Menyapa Kemanusiaan
Selama sekitar 30 menit, Paus Yohanes Paulus II berkeliling ruangan perawatan, menyaksikan secara langsung kondisi para pasien yang menderita kanker, tuberkulosis, dan kekurangan gizi berat. Rumah tersebut menampung pria dan perempuan dari beragam latar belakang agama, disatukan oleh satu kebutuhan: kasih dan martabat di penghujung hidup.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
