ID, SOE – Tanah kering Pulau Timor kerap dipandang sebagai tantangan bagi sektor pertanian. Namun, bagi sekelompok pemuda tani milenial di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kondisi geografis tersebut justru menjadi alasan untuk membuktikan bahwa lahan Pah Meto masih memiliki potensi yang dapat dikembangkan.
Dari tengah kondisi itu, muncul gerakan anak muda yang memilih kembali menggarap tanah. Mereka tidak hanya berbicara tentang ancaman krisis pangan, tetapi mulai membuktikannya melalui aktivitas pertanian di tingkat desa.
Seorang pemuda tani milenial asal TTS mengajak generasi muda untuk tidak meninggalkan sektor pertanian. Baginya, regenerasi petani menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pangan daerah sekaligus mendukung agenda swasembada pangan nasional.
Ia menilai pandangan bahwa tanah Timor identik dengan lahan kering dan tandus tidak semestinya menjadi penghalang. Justru kondisi tersebut harus mendorong munculnya inovasi dan pola pengelolaan pertanian yang sesuai dengan karakter wilayah.
“Hari ini saya berdiri kokoh tanpa rasa malu sebagai anak petani muda milenial TTS. Mari kita lihat dan lestarikan kembali pertanian, karena dari pertanian itu sendiri perut kita tidak lagi kelaparan di rumah sendiri,” tegasnya di Soe.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
