Dari sisi substansi, program ini menitikberatkan pada pemenuhan asupan gizi seimbang, khususnya protein hewani dan nabati. Penyediaan menu seperti telur, ikan, daging, dan susu dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta ketahanan kesehatan anak sejak usia dini. Pendekatan ini sekaligus menjadi strategi konkret pemerintah dalam menekan angka stunting dan kekurangan gizi yang masih menjadi tantangan struktural di berbagai daerah.
Lebih dari sekadar program bantuan sosial, kebijakan ini diposisikan sebagai investasi negara dalam pembangunan manusia. Pemerintah menilai bahwa anak yang sehat dan bergizi merupakan prasyarat utama bagi terciptanya masyarakat yang produktif, inovatif, dan berdaya saing global.
“Program ini bukan hanya soal makanan. Ini adalah investasi strategis untuk masa depan bangsa. Anak yang sehat adalah modal pembangunan yang tidak tergantikan,” tambah Hariqo.
Sejumlah pakar kesehatan dan pendidikan menilai Program Makan Bergizi Gratis sebagai terobosan kebijakan yang relevan dengan tantangan pembangunan demografi Indonesia. Dengan intervensi gizi yang terstruktur dan berkelanjutan, program ini diyakini mampu memberikan dampak multiplikatif, tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga pada kualitas pendidikan dan produktivitas jangka panjang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
