ID, London – Posisi Tesla sebagai ikon industri kendaraan listrik global kian tertekan. Sepanjang tahun 2025, nilai merek (brand value) perusahaan milik Elon Musk itu tercatat mengalami penurunan signifikan hingga 35 persen. Kondisi tersebut setara dengan hilangnya nilai ekonomi merek sebesar US$15,4 miliar atau sekitar Rp257 triliun.
Laporan ini dirilis oleh Brand Finance, perusahaan riset dan konsultan merek internasional yang berbasis di London. Dalam analisis terbarunya, Brand Finance menilai kemerosotan Tesla tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari berbagai faktor strategis dan reputasional.
CEO Brand Finance, David Haigh, menjelaskan bahwa lemahnya inovasi produk menjadi salah satu pemicu utama. Tesla dinilai belum menghadirkan terobosan signifikan pada lini kendaraan baru, sementara harga jual produknya relatif lebih tinggi dibandingkan kompetitor di segmen kendaraan listrik.
“Pasar kini semakin kompetitif. Tanpa inovasi yang kuat dan pembaruan produk yang relevan, konsumen memiliki banyak alternatif lain,” ujar Haigh dalam keterangannya.
Selain faktor produk, citra kepemimpinan juga dinilai turut membebani nilai merek Tesla. Kontroversi yang kerap melibatkan Elon Musk, termasuk keterlibatannya dalam isu geopolitik global dan pergeseran fokus ke pengembangan kendaraan otonom (autonomous vehicle), disebut menggerus kepercayaan pasar.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
