ID, Kupang, NTT — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memaparkan laporan perdana pencapaian pembangunan di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jumat lalu, menandai satu tahun kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma. Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD NTT Emiliana Nomleni, pemerintah menyampaikan gambaran kondisi daerah yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi positif namun masih dihantui tingginya angka kemiskinan dan paradoks dalam penanganan stunting.
Rapat yang digelar di Kupang pada 20 Februari 2026 itu dihadiri jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, perwakilan perbankan, serta tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan perempuan.
Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan
Menurut data yang dipaparkan pemerintah, laju pertumbuhan ekonomi NTT pada tahun 2025 mencapai 5,14 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Inflasi berhasil dijaga di angka 2,40 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 69,89, mencerminkan perbaikan di sektor pendidikan, kesehatan, dan standar hidup.
Tingkat Pengangguran Terbuka per November 2025 tercatat 3,10 persen, menurun dari periode sebelumnya. Namun pemerintah mengakui bahwa struktur ketenagakerjaan masih didominasi sektor informal seperti pertanian, perikanan, dan pekerjaan harian, sehingga kualitas dan keberlanjutan pekerjaan menjadi tantangan tersendiri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















