ID, Amarasi Barat — Pagi itu, Selasa (24/2), lereng Ikan Foti terasa berbeda. Udara yang biasanya kering dan berdebu kini dipenuhi semangat gotong royong. Di tanah yang pernah terkoyak longsor, warga berdiri berdampingan, menggenggam cangkul dan bibit bambu—menanam harapan agar bencana serupa tak kembali terulang.
Di kawasan rawan longsor yang membentang di Desa Oemasi dan Desa Oenif, perbatasan Kecamatan Nekamese dan Kecamatan Amarasi Barat, Bupati Kupang Yosef Lede turun langsung memimpin aksi penanaman bambu bersama masyarakat setempat.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kupang itu bukan sekadar simbolik. Ia ikut menanam, berdialog, dan mengajak warga memahami pentingnya menjaga lereng yang selama ini rentan pergerakan tanah.
Lereng Ikan Foti memang menyimpan catatan kelam. Struktur tanah yang labil, ditambah kemiringan kontur yang tajam, menjadikan kawasan ini beberapa kali terdampak longsor. Bekas retakan tanah dan sisa material longsoran masih terlihat jelas—pengingat bahwa alam bisa menjadi ancaman jika tidak dikelola dengan bijak.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang memilih langkah berbasis solusi alami: menanam bambu sebagai penahan struktur tanah. Tanaman ini dikenal memiliki akar serabut yang kuat dan mampu mengikat tanah, sehingga efektif mengurangi risiko longsor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















