“Wilayah ini pernah mengalami longsor. Penanaman bambu menjadi langkah pencegahan agar struktur tanah lebih kuat dan tidak terjadi longsor susulan,” tegas Yosef Lede di sela kegiatan.
Ia menambahkan, mitigasi bencana tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga harus melibatkan pendekatan lingkungan dan partisipasi masyarakat. Karena itu, aksi tanam bambu ini dirancang sebagai gerakan bersama, bukan proyek sesaat.
Bagi warga, kegiatan tersebut membawa pesan lebih dalam dari sekadar penghijauan. Mereka melihatnya sebagai komitmen nyata pemerintah daerah untuk hadir di tengah persoalan yang selama ini mengancam keselamatan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Kupang dalam memperkuat ketahanan lingkungan, terutama di wilayah-wilayah dengan risiko bencana tinggi.
Di lereng yang dulu menyisakan kekhawatiran, kini tertanam ratusan bibit bambu. Harapannya sederhana namun penting: alam dijaga, masyarakat terlindungi, dan masa depan tetap memiliki ruang untuk tumbuh.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















