ID, Kupang – Upaya mendorong transformasi digital di wilayah kepulauan kembali menjadi agenda strategis pemerintahan daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Gubernur NTT terpilih, Melki Laka Lena, melakukan pertemuan koordinatif dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid untuk membahas langkah-langkah percepatan akses digital sebagai instrumen pembangunan inklusif dan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Pertemuan tersebut menempatkan isu kesenjangan digital (digital divide) sebagai fokus utama, mengingat masih banyak wilayah terpencil di NTT yang menghadapi keterbatasan infrastruktur telekomunikasi, baik dari sisi ketersediaan Base Transceiver Station (BTS) maupun kualitas konektivitas internet. Kondisi ini dinilai berimplikasi langsung terhadap rendahnya efektivitas layanan publik, pendidikan, dan sektor kesehatan.
Melki Laka Lena menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar modernisasi teknologi, melainkan prasyarat fundamental bagi pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, akses digital yang memadai akan menjadi katalisator percepatan transformasi sosial-ekonomi masyarakat NTT.
“Kami membahas secara mendalam program literasi digital dan solusi konkret untuk membuka isolasi digital di wilayah-wilayah terpencil. Ibu Menteri menunjukkan dukungan yang sangat kuat dan berkomitmen membantu NTT dalam percepatan digitalisasi, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik,” ujar Melki Laka Lena kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Jumat (13/12) malam.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















