IHSG Melonjak 7,57 Persen, Investor Asing Justru Lepas Saham Bernilai Triliunan Rupiah

ihsg

ID, JAKARTA – Pasar modal Indonesia menunjukkan pemulihan yang signifikan setelah beberapa waktu berada dalam tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan impresif sebesar 7,57 persen dan ditutup di level 5.746,65 pada perdagangan Selasa (9/6/2026), menandai salah satu penguatan harian terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Penguatan indeks terjadi di tengah meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap prospek stabilisasi ekonomi domestik dan sentimen positif dari berbagai sektor. Aktivitas perdagangan juga berlangsung sangat dinamis dengan nilai transaksi mencapai Rp28,01 triliun. Sebanyak 45,12 miliar lembar saham diperdagangkan melalui 2,71 juta kali transaksi.

Secara keseluruhan, mayoritas saham bergerak di zona hijau. Tercatat 678 saham mengalami kenaikan harga, sementara 89 saham melemah dan 48 saham lainnya bergerak stagnan.

Namun demikian, di balik reli tajam IHSG tersebut, investor asing masih menunjukkan sikap yang relatif konservatif. Data perdagangan memperlihatkan bahwa investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp2,45 triliun di seluruh pasar. Khusus di pasar reguler, nilai jual bersih asing bahkan mencapai Rp2,59 triliun.

Sementara itu, pada pasar negosiasi dan tunai, investor asing masih melakukan pembelian bersih senilai Rp142,19 miliar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun terjadi penguatan indeks secara agregat, investor global masih melakukan penyesuaian portofolio pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Fenomena tersebut mencerminkan adanya perbedaan persepsi antara investor domestik dan investor asing dalam merespons momentum pemulihan pasar. Investor domestik cenderung memanfaatkan koreksi sebelumnya sebagai peluang akumulasi, sedangkan investor asing masih menerapkan strategi mitigasi risiko di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Berdasarkan data perdagangan, sejumlah saham unggulan yang selama ini menjadi favorit investor asing justru menjadi sasaran aksi profit taking dan realokasi aset. Saham perbankan nasional mendominasi daftar emiten dengan nilai jual bersih asing terbesar.

Adapun sepuluh saham dengan nilai net foreign sell tertinggi pada perdagangan Selasa meliputi:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp489,11 miliar.
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp298,49 miliar.
  3. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp135,96 miliar.
  4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp132,68 miliar.
  5. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp77,59 miliar.
  6. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp31,50 miliar.
  7. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp30,85 miliar.
  8. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar Rp29,34 miliar.
  9. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar Rp25,06 miliar.
  10. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar Rp24,41 miliar.

Dominasi saham sektor perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa investor asing masih melakukan rebalancing pada sektor-sektor yang memiliki bobot besar terhadap pergerakan indeks.

Meski aksi jual asing masih berlangsung, penguatan IHSG yang cukup tajam menjadi sinyal bahwa daya tahan pasar domestik tetap terjaga. Kinerja tersebut sekaligus mencerminkan meningkatnya peran investor dalam negeri sebagai penopang stabilitas pasar modal nasional di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global yang masih berlangsung.

Ke depan, arah pergerakan IHSG diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan nilai tukar rupiah, kebijakan moneter global, serta respons investor terhadap berbagai kebijakan ekonomi yang tengah disiapkan pemerintah untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version