Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Menguat di Pembukaan Perdagangan, Pasar Cermati Arah Suku Bunga Global dan BI

Avatar photo
ihsg

ID, Jakarta – Perdagangan saham di Indonesia dibuka dengan nada optimistis pada Kamis pagi, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 47,22 poin atau 0,57 persen ke posisi 8.357,44. Kenaikan itu memperpanjang reli yang telah berlangsung dalam beberapa sesi terakhir, di tengah kombinasi sentimen global dan domestik yang membentuk arah pasar.

Pada awal transaksi, 302 saham tercatat menguat, sementara 55 melemah dan 283 lainnya tidak bergerak. Aktivitas perdagangan mencatat nilai Rp265,55 miliar, dengan 424,30 juta saham berpindah tangan dalam 41.051 transaksi.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Beberapa saham yang aktif diperdagangkan antara lain Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI), Indah Kiat Pulp & Paper (INKP), dan HM Sampoerna (HMSP).

Menanti Keputusan Bank Indonesia

Pelaku pasar pada hari ini tidak hanya merespons dinamika eksternal, tetapi juga menunggu keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia. Penantian itu datang sehari setelah risalah pertemuan kebijakan terbaru Federal Open Market Committee (FOMC) dirilis.

Dokumen tersebut menunjukkan para pembuat kebijakan di Federal Reserve  (The Fed) hampir sepakat mempertahankan suku bunga dalam pertemuan Februari. Namun, arah kebijakan selanjutnya masih terbuka. Sejumlah anggota FOMC menyatakan kemungkinan kenaikan suku bunga jika tekanan inflasi berlanjut, sementara yang lain membuka ruang penurunan apabila inflasi mereda sesuai proyeksi. Diskusi juga menyinggung implikasi perkembangan kecerdasan buatan terhadap perekonomian.

Risalah itu menjadi salah satu catatan terakhir di bawah kepemimpinan Ketua The Fed, Jerome Powell. Perbedaan pandangan di internal bank sentral AS menyoroti tantangan yang akan dihadapi Kevin Warsh, mantan gubernur The Fed yang disebut sebagai pilihan Presiden Donald Trump untuk menggantikan Powell pada Mei mendatang, dalam membangun konsensus kebijakan.

Di dalam negeri, dinamika tersebut menjadi relevan setelah data terbaru menunjukkan kenaikan utang luar negeri, sementara nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar AS. Kombinasi faktor global dan domestik itu dinilai berpotensi memengaruhi arah IHSG dan rupiah dalam jangka pendek.

Bursa Asia dan Wall Street Menguat

Sentimen positif juga tercermin di kawasan Asia. Indeks KOSPI Korea Selatan melonjak 2,76 persen dan mencatat rekor tertinggi baru. Saham teknologi seperti Samsung Electronics naik 4,14 persen, sementara SK Hynix menguat 1,48 persen. Indeks KOSDAQ turut naik 0,59 persen.

Di Australia, S&P/ASX 200 bertambah 1,1 persen pada awal perdagangan. Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,52 persen dan TOPIX menguat 0,39 persen. Pasar Hong Kong dan Tiongkok daratan masih tutup dalam rangka libur Tahun Baru Imlek.

Di Amerika Serikat semalam, indeks saham utama juga berakhir di wilayah positif. S&P 500 naik 0,56 persen ke 6.881,31, didorong saham-saham teknologi. Nasdaq Composite menguat 0,78 persen menjadi 22.753,63, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 0,26 persen dan ditutup di 49.662,66.

Dengan latar tersebut, perdagangan hari ini bergerak di antara harapan stabilitas suku bunga global dan kepastian arah kebijakan moneter domestik. Bagi investor, keputusan Bank Indonesia akan menjadi penentu apakah reli di pasar saham Indonesia dapat berlanjut atau menghadapi konsolidasi dalam waktu dekat.

(red)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan