Pada pemaparannya, Ogi menjelaskan berbagai aspek dalam sistem dana pensiun di Indonesia, mulai dari struktur industri, kerangka regulasi dan pengawasan, penerapan tata kelola serta manajemen risiko, hingga implementasi pengawasan berbasis risiko yang bertujuan menjaga stabilitas industri dan melindungi peserta.
Indonesia juga memaparkan sejumlah area yang masih perlu diperkuat agar semakin selaras dengan standar OECD. Beberapa di antaranya adalah pengembangan strategi investasi berbasis life-cycle, penyempurnaan desain manfaat pensiun yang lebih mendorong pembayaran berkala sebagai sumber pendapatan saat pensiun, serta perluasan cakupan kepesertaan program pensiun.
“OJK terus mendorong penguatan sistem dana pensiun nasional agar selaras dengan praktik terbaik internasional. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan manfaat pensiun bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan nasional,” ujar Ogi.
Selain mengikuti forum OECD, delegasi OJK juga menghadiri pertemuan International Organisation of Pension Supervisors, di mana OJK saat ini menjadi anggota Executive Committee organisasi tersebut.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga digelar pertemuan gabungan antara IOPS dan OECD Working Party on Insurance and Pensions yang membahas berbagai kebijakan serta praktik pengawasan dana pensiun di tingkat global.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















