Berdasarkan data resmi dari badan meteorologi Selandia Baru, MetService, gelombang yang memasuki Pelabuhan Wellington mencapai ketinggian sekitar 11 meter. Angka tersebut jauh melampaui peristiwa cuaca ekstrem serupa pada tahun 2021, ketika gelombang tertinggi yang tercatat berada pada kisaran 6,5 meter dan menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah rumah di kawasan Breaker Bay.
Selain ancaman gelombang tinggi, kondisi cuaca juga diperburuk oleh hembusan angin ekstrem yang mencapai kecepatan 128 kilometer per jam di kawasan Wellington Airport. Dampaknya, sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan karena alasan keselamatan operasional penerbangan.
Cuaca buruk juga mengakibatkan insiden pada sebuah pesawat ringan milik Golden Bay Air yang terguling saat berada di area parkir bandara. Beruntung, tidak terdapat penumpang di dalam pesawat ketika kejadian berlangsung. Petugas pemadam kebakaran segera melakukan pengamanan untuk mencegah risiko kerusakan lebih lanjut.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya penguatan sistem peringatan dini, manajemen risiko kebencanaan pesisir, serta peningkatan kapasitas adaptasi masyarakat terhadap fenomena cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat dinamika perubahan iklim global. Para ahli menilai kawasan pesisir menjadi salah satu wilayah yang paling rentan terhadap dampak peningkatan intensitas badai, gelombang tinggi, dan angin ekstrem yang dipicu oleh perubahan pola iklim.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













