Pakistan dan Ekuador menyusul di bawahnya, masing-masing dengan utang di kisaran US$10 miliar serta US$9 hingga US$10 miliar. Mesir juga masih bertahan dalam kelompok lima besar peminjam IMF, dengan total kewajiban mendekati US$8 miliar.
Daftar sepuluh besar peminjam IMF turut diisi sejumlah negara Afrika, termasuk Pantai Gading, Kenya, Ghana, dan Angola. Dari Asia, Bangladesh masih tercatat sebagai salah satu negara dengan utang aktif ke lembaga tersebut. Komposisi ini menegaskan bahwa tekanan ekonomi global—mulai dari defisit transaksi berjalan, pelemahan nilai tukar, hingga dampak berkelanjutan kenaikan harga pangan dan energi—masih membebani banyak negara berkembang.
Dalam laporan tersebut, IMF menggunakan satuan Special Drawing Rights (SDR), instrumen cadangan internasional yang nilainya ditentukan berdasarkan keranjang mata uang utama dunia: dolar Amerika Serikat, euro, yuan China, yen Jepang, dan poundsterling Inggris. Nilai SDR terhadap dolar AS dapat berfluktuasi mengikuti dinamika pasar valuta asing global.
Sebagai lembaga keuangan internasional, IMF berperan menyediakan pembiayaan bagi negara anggota untuk menjaga stabilitas ekonomi, menstabilkan nilai tukar, serta mendukung pelaksanaan reformasi struktural. Dalam kondisi krisis, fasilitas IMF kerap menjadi jangkar terakhir bagi negara-negara yang kesulitan mengakses pendanaan dari pasar global.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















