Anggaran Pertahanan 2027 Tembus Rp329 Triliun, Alutsista hingga Perang Siber Diperkuat

alutsista

Pemerintah juga ingin mendorong terbentuknya industri pertahanan nasional yang sehat, maju, mandiri, serta memiliki daya saing.

PT Pindad, Salah Satu Perusahaan milik negara yang memproduksi persenjataan

Di luar kekuatan konvensional, perhatian juga diarahkan pada ancaman yang muncul dari ruang digital.

Kemampuan siber, persandian, dan sinyal akan diperkuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pertahanan nasional.

Selain itu, anggaran akan menopang operasi pertahanan dan keamanan, memperkuat komponen cadangan serta pendukung, dan meningkatkan kemampuan teritorial pertahanan negara.

Belanja Pertahanan Sempat Melonjak

Jika melihat perjalanan lebih panjang, belanja pertahanan Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat, meskipun terdapat beberapa periode penurunan.

Pada 2013, realisasi belanja pertahanan tercatat sekitar Rp87,5 triliun. Angka tersebut meningkat menjadi Rp190,3 triliun pada 2024.

Dalam rentang tersebut, belanja pertahanan sempat mengalami penurunan pada 2014, 2016, 2018, dan 2021.

Lonjakan paling signifikan terjadi pada 2025.

Belanja pertahanan melonjak 83,2% menjadi Rp348,6 triliun. Peningkatan tersebut terutama didorong kebutuhan pengadaan serta modernisasi alutsista dan nonalutsista.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version