Selain optimisme, Gubernur BI juga menekankan pentingnya komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan perekonomian nasional. Bank Indonesia, lanjutnya, akan terus memperkuat bauran kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada stabilitas, tetapi juga secara aktif mendukung pertumbuhan ekonomi.
Adapun penguatan sinergi diarahkan pada lima area strategis, yakni menjaga stabilitas perekonomian, mendorong sektor riil melalui hilirisasi sumber daya alam dan industrialisasi, memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan pembiayaan perekonomian, serta mempercepat transformasi digital.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Adidoyo Prakoso, menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan ekonomi sangat bergantung pada orkestrasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah, dengan menjadikan prinsip OKS sebagai kerangka bersama.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya saat menyaksikan peluncuran LPI 2025 dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama para mitra strategis, di antaranya Pemerintah Provinsi NTT, instansi vertikal, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Kupang, serta pimpinan redaksi media massa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
