ID – Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia dihadapkan pada tekanan struktural dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan demografi. Hingga kini, sistem energi nasional masih didominasi oleh bahan bakar fosil, sebuah ketergantungan yang tidak hanya menimbulkan risiko ketahanan energi, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca dan degradasi lingkungan.
Dalam konteks tersebut, biohidrogen mulai mendapat perhatian sebagai salah satu opsi energi terbarukan yang berpotensi memperkuat agenda transisi energi bersih sekaligus mendorong terbentuknya ekonomi hijau yang berkelanjutan. Biohidrogen merupakan energi yang dihasilkan melalui proses biologis, terutama fermentasi anaerob limbah organik, dengan karakteristik utama bebas emisi karbon pada tahap pemanfaatannya.
Keunggulan utama biohidrogen terletak pada sifatnya yang ramah lingkungan dan ketersediaan bahan baku yang melimpah di dalam negeri. Indonesia memiliki potensi besar limbah cair dari sektor pertanian dan industri, seperti pengolahan kelapa sawit, pati singkong, gula, serta industri pangan dan domestik, yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber energi alternatif.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















