Dari perspektif ketahanan energi, pengembangan biohidrogen dapat menjadi instrumen strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi fosil. Selama ini, fluktuasi harga minyak dan gas di pasar global kerap memengaruhi stabilitas fiskal dan neraca perdagangan nasional. Diversifikasi energi berbasis sumber daya lokal melalui biohidrogen berpotensi memperkuat kemandirian energi sekaligus menekan risiko ekonomi akibat volatilitas pasar internasional.
Selain aspek ekonomi, pemanfaatan biohidrogen juga menawarkan solusi konkret terhadap persoalan lingkungan. Pengolahan limbah cair menjadi sumber energi tidak hanya menekan pencemaran air dan tanah, tetapi juga berkontribusi pada upaya pengurangan emisi karbon. Dengan demikian, biohidrogen berfungsi ganda sebagai instrumen mitigasi lingkungan dan penyedia energi bersih.
Namun demikian, realisasi potensi biohidrogen memerlukan pendekatan kebijakan yang terintegrasi. Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan institusi akademik menjadi prasyarat utama, terutama dalam pengembangan teknologi produksi, peningkatan efisiensi proses biologis, serta penyusunan model bisnis yang berkelanjutan. Investasi pada riset dan pengembangan (research and development) menjadi faktor kunci untuk meningkatkan skala dan daya saing biohidrogen dalam bauran energi nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















