BMKG Petakan Distribusi Curah Hujan Akhir Desember, Sejumlah Wilayah Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

bmkg

ID, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali merilis peta prakiraan akumulasi curah hujan nasional sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko hidrometeorologi pada periode puncak musim hujan. Prakiraan tersebut berlaku untuk rentang waktu Sabtu, 28 Desember 2024 pukul 07.00 WIB hingga Minggu, 29 Desember 2024 pukul 07.00 WIB, dan menunjukkan variasi intensitas hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Dalam rilis resminya, BMKG memproyeksikan dominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, dengan sejumlah wilayah tertentu berpotensi mengalami hujan lebat. Pola ini mencerminkan dinamika atmosfer yang masih aktif menjelang pergantian tahun, sehingga membutuhkan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah.

Wilayah dengan kategori hujan ringan diprediksi terjadi secara terbatas, antara lain di Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, serta Kalimantan Tengah. Meski tidak diperkirakan menimbulkan dampak signifikan, BMKG tetap mengingatkan potensi perubahan cuaca yang bersifat lokal dan cepat, terutama pada sore hingga malam hari.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Kawasan Sumatera, meliputi Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung, masuk dalam zona ini. Kondisi serupa juga diproyeksikan terjadi di Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta, serta hampir seluruh wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara. Pada intensitas ini, curah hujan berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama sektor transportasi dan kegiatan luar ruang.

Adapun hujan dengan intensitas lebat diperkirakan melanda sejumlah wilayah strategis, seperti Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat, serta sebagian kawasan Sulawesi lainnya. BMKG menilai hujan lebat berpotensi meningkatkan risiko genangan, gangguan lalu lintas, hingga kejadian bencana lokal seperti tanah longsor dan banjir bandang di daerah rawan.

Untuk periode prakiraan ini, BMKG memastikan tidak terdapat indikasi hujan dengan intensitas sangat lebat maupun ekstrem di seluruh wilayah Indonesia. Kendati demikian, lembaga ini menegaskan bahwa dinamika cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga pembaruan informasi tetap menjadi kunci utama dalam pengambilan keputusan publik.

Sejalan dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Pemantauan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG, kesiapan perlindungan diri, serta kehati-hatian saat beraktivitas di wilayah rawan banjir dan longsor menjadi langkah preventif yang sangat dianjurkan.

Dengan pemetaan cuaca yang komprehensif ini, diharapkan masyarakat dan pemangku kepentingan dapat melakukan antisipasi secara proporsional guna meminimalkan dampak cuaca terhadap keselamatan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial menjelang akhir tahun.

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version