Selain itu, tenor kredit perumahan bagi masyarakat direncanakan diperpanjang hingga 30 tahun agar cicilan menjadi lebih ringan.
Program hunian ini juga diyakini memiliki dampak ekonomi yang luas. Rosan menyebut sektor properti memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian nasional, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor terkait.
“Dampak ekonominya sangat luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan masyarakat sekitar, hingga pergerakan ekonomi nasional,” ujarnya.
Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menambahkan bahwa industri perumahan berkaitan dengan lebih dari 180 sektor ekonomi, mulai dari konstruksi hingga industri furnitur.
Dengan rencana pembangunan sekitar 140 ribu unit apartemen, kebutuhan berbagai perlengkapan rumah tangga seperti tempat tidur, lemari, meja, hingga perangkat elektronik diperkirakan akan meningkat signifikan.
Menurutnya, aktivitas tersebut berpotensi menciptakan efek ekonomi berlipat yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah di Indonesia.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
