ID, Jakarta – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, usai menyelesaikan kunjungan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait pengelolaan hutan nasional, khususnya upaya menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, pembangunan berkelanjutan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Raja Juli menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian serius terhadap tata kelola kehutanan yang berorientasi pada keberlanjutan dan keberpihakan kepada masyarakat sekitar kawasan hutan.
“Kami menyampaikan berbagai tantangan dalam pengelolaan hutan, termasuk bagaimana memastikan pemanfaatannya berjalan optimal dan berkelanjutan. Presiden memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pembenahan yang sedang kami lakukan,” ujar Raja Juli.
Cabut Izin 18 Perusahaan Pengelola Hutan
Salah satu keputusan penting yang dilaporkan dalam pertemuan tersebut adalah pencabutan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) terhadap 18 perusahaan yang dinilai tidak menjalankan kewajiban pengelolaan hutan secara maksimal. Total luasan kawasan hutan yang izinnya dicabut mencapai 526.144 hektare, tersebar dari wilayah Aceh hingga Papua.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















