Harga Minyak Dunia Melonjak, Pemerintah Pastikan Anggaran Tetap Terkendali

minyak

ID, Jakarta – Lonjakan harga minyak dunia yang dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai memicu kekhawatiran terhadap dampaknya pada perekonomian global. Meski demikian, pemerintah Indonesia memastikan kondisi fiskal nasional tetap dalam kendali dan mampu mengantisipasi gejolak tersebut.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif menyusul kenaikan harga minyak yang dipicu konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Ketegangan tersebut memuncak setelah Iran menutup jalur strategis Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu rute utama distribusi energi dunia.

Menurut Purbaya, pemerintah telah menghitung potensi dampak dari lonjakan harga minyak, termasuk terhadap kebutuhan impor minyak serta anggaran subsidi energi. Ia memastikan bahwa ruang fiskal negara masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan tersebut.

“Kami memastikan anggaran yang dialokasikan untuk impor minyak maupun subsidi energi masih dapat dikelola dengan baik,” ujarnya.

Data pasar menunjukkan tren kenaikan harga minyak mentah global dalam beberapa hari terakhir. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat berada di level 67,21 dolar AS per barel pada penutupan perdagangan pekan lalu.

Harga tersebut kemudian menembus 71 dolar AS per barel pada 2 Maret dan terus meningkat hingga mencapai 74,56 dolar AS per barel pada 3 Maret.

Hingga perdagangan terbaru, harga WTI bahkan tercatat menyentuh level 75,98 dolar AS per barel, menandakan tekanan pasar energi global masih berlangsung seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kondisi ini membuat pemerintah terus memantau perkembangan situasi global, terutama terkait stabilitas pasokan energi dan potensi dampaknya terhadap harga bahan bakar minyak di dalam negeri.

Pemerintah menegaskan akan terus menyiapkan berbagai skenario kebijakan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik internasional yang berkembang.

red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version