ID, Kupang – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) lakukan diskusi kajian mendalam terkait penyediaan pelayanan dasar air minum di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Diskusi Kajian yang dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat akses air minum layak di wilayah NTT tersebut diselenggarakan di Aston Hotel Kupang, pada Senin, (26/01/2026).
Direktur Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kementerian PPN/Bappenas, Mahatmi Parwitasari Saronto, menjelaskan bahwa hingga saat ini akses air minum layak di NTT baru mencapai 88,5 persen, masih berada di bawah rata-rata nasional. Selain itu, terdapat disparitas signifikan antar kabupaten, khususnya antara wilayah di Pulau Flores dan Pulau Sumba.
“Jika dibandingkan, daerah seperti Flores Timur dan Ende memiliki tingkat akses yang sangat tinggi, bahkan Flores Timur sudah mencapai 100 persen. Sementara di wilayah seperti Sumba Tengah, akses air minum layak masih berada di kisaran 60 persen,” ungkap Mahatmi.
Tak hanya persoalan akses, Bappenas juga menyoroti kualitas dan keberlanjutan layanan air. Di sejumlah wilayah, masyarakat memang tercatat sebagai penerima layanan air, namun pasokan air tidak mengalir secara kontinu, kualitasnya belum sepenuhnya aman, serta memerlukan biaya dan waktu yang tinggi untuk mendapatkannya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
