Program MBG Tetap Jalan Selama Ramadan

mbg

Adapun kelompok penerima manfaat yang tidak menjalankan puasa, seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, serta masyarakat non-puasa, tetap akan menerima MBG sesuai mekanisme reguler, baik dari sisi menu maupun waktu pemberian.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa infrastruktur pelaksanaan MBG terus berkembang. Hingga akhir Januari 2026, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di seluruh Indonesia telah mencapai lebih dari 22 ribu unit.

Ia mengungkapkan, total penerima manfaat program MBG saat ini telah menembus angka lebih dari 60 juta orang. Dari jumlah tersebut, cakupan penerima di lingkungan sekolah dinilai sudah sangat tinggi, dengan rata-rata sekolah yang memiliki SPPG telah menjangkau lebih dari 90 persen siswanya.

Namun demikian, distribusi MBG di lingkungan pesantren masih relatif rendah. Data sementara menunjukkan cakupan penerima di pesantren masih berada di kisaran 20 persen. Pemerintah mengakui masih terdapat perbedaan data antarkementerian terkait angka tersebut dan akan melakukan sinkronisasi untuk memperbaiki akurasi serta cakupan layanan.

Pemerintah juga menegaskan bahwa program MBG tidak hanya dievaluasi dari sisi distribusi, tetapi juga dampaknya terhadap pertumbuhan penerima manfaat. Evaluasi jangka menengah hingga panjang akan dilakukan dengan mengukur perkembangan fisik dan aspek kognitif anak-anak setelah program berjalan satu tahun dan seterusnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version