Pemuda di Persimpangan Zaman: Harapan KNPI pada Kepemimpinan Prabowo Subianto

knpi

ID, Jakarta — Menjelang pelantikan Presiden Terpilih Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024, wacana tentang masa depan kepemudaan Indonesia kembali mengemuka. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Putri Khairunnisa, menyuarakan keyakinannya bahwa kepemimpinan Prabowo akan menjadi titik balik penting dalam menata ulang arah kebijakan kepemudaan nasional.

Dalam keterangannya kepada media, Nisa—sapaan akrabnya—menggambarkan kondisi pemuda Indonesia sebagai sebuah paradoks demografi: besar secara kuantitas, namun masih rapuh secara kualitas. Dari sekitar 64 juta pemuda, atau 23 persen populasi nasional, hampir separuh di antaranya tercatat hanya memiliki pendidikan setingkat SMP atau lebih rendah. Sebuah angka yang, menurutnya, menyimpan risiko laten bagi masa depan bangsa.

Kondisi tersebut tercermin dalam tingkat pengangguran terbuka (TPT) pemuda yang masih berada pada angka 15,41 persen, serta fenomena NEET (Not in Employment, Education, or Training) yang menempatkan satu dari empat pemuda di luar sistem kerja, pendidikan, dan pelatihan.

“Situasi ini harus menjadi alarm serius bagi pemerintahan Prabowo. Bonus demografi tidak boleh dibiarkan berubah menjadi beban struktural,” ujar Putri Khairunnisa.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version